Akuntansi
Multinasional
Transaksi
Mata uang asing dan instrumen Keuangan
A. KURS MATA UANG ASING
Sebelum tahun 1972,
sebagian besar mata uang dinilai dari standar logam emas yang mempunyai nilai
tetap secara internasional setiap onsnya. namun pada tahun 1972 sebagian besar
negara menandatangani suatu perjanjian yang memperbolehkan nilai mata uang
mereka"mengambang ( float)" berdasarkan permintaan dan penawaran
terhadap mata uang tersebut. Kurs mata
uang asing (foreign currency exchange rate) ditentukan setiap hari oleh
pedagang mata uang asing yang bertindak sebagai agen untuk individu atau negara
yang memperdagangkan mata uang asing.Beberapa negara seperti Cina menetapkan
kurs tetap resmi dan kurs tetap untuk dividen yang dikirimkan ke luar
negeri.Kurs resmi ini dapat berubah sewaktu-waktu dan perusahaan yang
beroperasi diluar negeri perlu berkomunikasi dengan pemerintah negara tersebut
untuk memastikan bahwa perusahaannya telah memenuhi setiap ketentuan pembatasan
pertukaran mata uang.
Penentuan
Kurs
Mata uang suatu negara mirip dengan komoditas lain
dan kursnya berupa karena sejumlah faktor ekonomi yang mempengaruhi permintaan
dan penewaran terhadap mata uang tersebut. Faktor lain yang menyebabkan
fluktuasi kurs adalah neraca pembayaran, perubahan suku bunga, dan tingkat
investasi negara tersebut serta stabilitas dan proses tata kelola (governance).
Kurs
Langsung Dan Tidak Langsung
Nilai reratif suatu mata uang terhadap mata uang
yang lain dapat dinyatakan dalam dua cara yang berbeda langsung atau tidak langsung.
Kurs
Langsung (direct
exchange rate/DER) adalah banyaknya unit mata uang lokal (local
currency units - LCUs) yang diperlukan untuk memperoleh satu unit mata uang asing ( foreign currency unit
- FCU). Dari sudut pandang entitas Indonesia, kurs langsung dapat dipandang
sebagai besarnya rupiah untuk diperoleh satu unit mata uang asing.Rasio dari
kurs langsung dinyatakan :
nilai
setara rupiah
DER = ------------------------
1 FCU
contoh, jika dengan Rp 11.500,- dapat diperoleh 1
dolar AS ,kurs langsung dari rupiah terhadap dolar As adalah sebesar Rp
11.500,- seperti ditunjukkan sebagai berikut :
Rp
11.500
------- ----- = Rp 11.500,-
$ 1
Kurs
Tidak Langsung (indirect
exchange rate - IER) adalah kebalikan dari kurs langsung . Dari sudut
pandang entitas Indonesia, kurs tidak langsung adalah :
1 FCU
IER = ------- -----
Nilai setara rupiah
Kurs
tidak langsung untuk contoh dolar As diatas adalah :
1
------- ----- =
0,00008695652
Rp 11.500
Cara
lain untuk merumuskan hal ini :
jumlah unit
mata uang asing
IER = -------------------------------
-----
Rp 1
$0,00008695652
---------------------
Rp
1
Perubahan
Kurs
Perubahan kurs mengacu pada semakin menguat atau
melemahnya suatu mata uang dibandingkan dengan mata uang lain. contoh :
2 Januari 2005 1 Juli 2005 2 Januari 2006 1 Juli 2006
Kurs
langsung (setara rupiah dari 1 FCU) Rp 9.350,- Rp 9.200,-
Rp 9.180,- Rp
9.280,-
Kurs
tidak langsnug (setara FCU per Rp 1,-) $0,0001070 $0,0001087 S0.0001089 $0.0001078
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Menguatnya
Rupiah - Penurunan Kurs Langsung
Antara tanggal 2 Januari 2005 dan 1 Juli 2005 , kurs
langsung turun dari Rp 9.350,- = $1 menjadi Rp 9.200,- = $1. Ini menunjukkan
bahwa lebih sedikit mata uang rupiah yang diperlukan untuk memperoleh $1 AS.
Untuk memperoleh 1 dolar As diperlukan nilai rupiah sebesar Rp 9.350,- pada
tanggal 2 Januari 2005 namun berkurang menjadi Rp 9.200,- pada tanggal 1 Juli.
Berarti nilai mata uang rupiah menguat terhadap dolar AS.
Ingatlah bahwa menguatnya rupiah berarti :
·
Lebih sedikit mata uang rupiah yang
diperlukan untuk memperoleh satu unit mata uang asing
·
Satu rupiah memperoleh lebih banyak unit
mata uang asing
Impor dari Amerika akan lebih murah untuk konsumen
Indonesia pada tangal 1 Juli dibandingkan 2 Januari karena menguatnya rupiah.
Contoh :
Perusahaan manufaktur Amerika menjual mobil buatan
Amerika seharga $ 25,000 digunakan perhitungan :
Nilai setara rupiah = Unit mata uang asing x kurs
langsung
Rp 233.750.000,- = $ 25,000 x Rp 9.350,-
Antara tangal 1 Juli dan 2 Januari kurs langsung
turun saat dolar menguat relatif terhadap uero. tanggal 1 Juli, nilai setara
rupiah dari $ 25,000 adalah :
Nilai setara rupiah = Unit mata uang asing x kurs
langsung
Rp 230,000.000,- = $ 25,000 x Rp 9.200,-
Meskipun menguatnya rupiah akan menguntungkan bagi
perusahaan Indonesia yang membeli barang dari negara lain , penguatan ini
mempunyai dampak negatif pada perusahaan Indonesia yang menjual produk ke
negara tersebut.Bersamaan dengan menguatnya rupiah eksport Indonesia ke Amerika
akan lebih mahal bagi pelanggan Amerika. Contoh :
Perusahaan manufaktur Indonesia menjual mesin buatan Indonesia seharga Rp
100.000.000,- digunakan perhitungan :
Nilai setara mata uang asing = Unit mata uang rupiah x kurs tidak langsung
$ 10,700 =
Rp 100.000.000,- x $0.0001070
tanggal 1 Juli,
setelah terjadi penguatan dolar , mesin akan membebankan pelanggan
Amerika US $ 10,870 dengan perhitungan :
Nilai setara
mata uang asing = Unit mata uang
rupiah x kurs
tidak langsung
$ 10,870 = Rp 100.000.000,- x $0.0001087
Melemahnya
Rupiah - Peningkatan Kurs Langsung
Antara tanggal 1 Juli 2005 dan 1 Juli 2006 , kurs langsung meningkat dari Rp 9.200,- = $1 menjadi Rp 9.280,- = $1. Ini
menunjukkan bahwa lebih banyak mata uang rupiah yang diperlukan untuk
memperoleh $1 AS. tanggal 1 Juli 2005 Nilai relatif 1 dolar AS adalah Rp
9.200,00 namun tanggal 1 Juli 2006 , biaya untuk satu dolar AS meningkat
menjadi Rp 9.280,- .Ini berarti nilai mata uang rupiah turun terhadap dolar AS
dan diistilahkan dengan melemahnya rupiah
terhadap dolar AS. Cara lain untuk melihat perubahan ini adalah dengan
melihat bahwa kurs tidak langsung mengalami penurunan. Ini ditunjukkan bahwa
pada tanggal 1 Juli 2006, Rp 1 memperoleh lebih sedikit dolar dibandingkan
dengan tanggal 1 Juli 2005.Pada tangal 1 Juli 2005, satu rupiah Indonesia dapat
memperoleh $ 0.0001087 sedangkan 1 Juli 2006 , satu rupiah Indonesia hanya
memperoleh $ 0.0001078.
Ingatlah bahwa melemahnya rupiah berarti :
·
Lebih
banyak mata uang rupiah yang diperlukan untuk memperoleh satu unit mata uang asing
·
Satu
rupiah memperoleh lebih sedikit unit mata uang asing
Kurs
Tunai (Spot Rate) dan Kurs Sekarang (Current Rate)
PSAK 10 mengacu pada penggunaan kurs tunai maupun
kurs sekarang untuk untuk mengukur operasi luar negeri. Kurs Tunai (Spot Rate) adalah kurs yang digunakan dalam penyerahan
segera suatu mata uang.
Kurs
Sekarang (Current Rate) di definisikan secara sederhana
sebagai kurs tunai pada tanggal neraca suatu entitas.
Kurs
Masa Depan (Forward Exchange Rate) adalah kurs untuk
pertukaran mata uang di masa mendatang .
Kurs masa depan pada suatu tanggal tertentu tidak sama dengan kurs tunai pada
tanggal yang sama. Ekspektasi yang berbeda terhadap nilai kurs di masa depan
menentukan tingkat kurs tersebut. Selisih antara kurs masa depan dengan kurs
tunai pada suatu tanggal tertentu dinamakan
spread. Spread memberikan informasi tentang kemungkinan penguatan atau
pelemahan dari suatu mata uang. contoh :
Kurs tunai dari uero Rp 14.860,- dan kurs masa depan
yang jatuh tempo 30 hari Rp 13,870,- spread
adalah selisih dari ke dua nilai tersebut sebesar Rp 990,-.Oleh karena kurs
masa depan nilainya lebih rendah dari kurs tunai maka hal ini memberikan
ekspektasi bahwa rupiah akan menguat terhadap uero dalam 30 hari ke
depan.Aktual kurs tunai pada 30 hari kemudian dapat saja lebih tinggi atau
lebih rendah dibandingkan kurs masa depannya . Dengan melakukan kontrak masa
depan (forward contract) , perusahaan Indonesia tidak hanya memperoleh
kesempatan untuk menerima nilai tukar yang lebih baik tetapi sekaligus menghindari
kemungkinan terjadinya rugi akibat nilai tukar.Hal ini mengurangi risiko bagi
perusahaan Indonesia.
B.
TRANSAKSI
MATA UANG ASING
Transaksi Mata Uang
Asing ( foreign currency transactions)
adalah aktivitas ekonomi yang
dinyatakan selain dari mata uang pencatatan suatu entitas. Transaksi
tersebut meliputi :
1. Pembelian
atau penjualan barang/jasa (impor atau
ekspor) , dimana harganya dinyatakan dalam mata uang asing.
2. Utang
atau piutang pinjaman dalam mata uang asing
3. Pembelian
atau penjualan kontrak kurs masa depan
4. Pembelian
atau penjualan unit mata uang asing.
Untuk tujuan laporan keuangan, transaksi dalam mata
uang asing harus ditranslasikan ke dalam mata uang pelaporan yang digunakan
perusahaan.Pada setiap tanggal neraca - interim maupun tahunan - saldo akun
yang dinyatakan dalam mata uang selain mata uang pelaporan dari suatu entitas harus
disesuaikan untuk mencerminkan perubahan kurs selama periode tersebut sejak tanggal
neraca terakhir atau sejak tanggal transaksi mata uang asing jika transaksi
tersebut terjadi pada periode yang bersangkutan.Penyesuaian ini menyatakan
kembali akun mata uang asing dalam nilai setara dolar AS pada tanggal neraca.Penyesuaian
dalam nilai setara dolar AS ini merupakan keuntungan
atau kerugian mata uang asing (foreign
currency transaction gain or loss) untuk entitas tersebut pada saat kurs
berubah. Contoh :
Perusahaan Indonesia memperoleh € 5,000 dari bank
pada tanggal 2 Januari 20X1, untuk digunakan dalam pembelian barang di masa
depan suatu perusahaan Jerman. Kurs langsung sebesar Rp 14.200 = €1 sehingga
perusahaan membayar bank sebesar Rp 71.000.000,- untuk €5,000 dengan
perhitungan :
Nilai setara dolar AS = Unit mata uang asing
x kurs
langsung
Rp
71.000.000,- = € 5,000 x Rp
14.200,-
Jurnal berikut mencatat pertukaran mata uang
tersebut :
(1) Mata
Uang Asing (€) Rp
71.000.000,-
Kas Rp
71.000.000,-
Pada tanggal 1 Juli 20X1, kurs sebesar Rp 14.100,-
menjadi setara dengan €1. Jika pada saat tersebut dibuat laporan interim maka
jurnal :
(2) Kerugian
Transaksi Mata Uang Asing Rp
500.000,-
Unit
Mata Uang Asing (€) Rp
500.000,-
Nilai setara dolar dari € 5,000
pada tanggal 2 Januari
€ 5,000 x Rp 14.200,- Rp 71.000.000,-
Nilai setara dolar dari € 5,000
pada tanggal 1 Juli
€ 5,000 x Rp 14.100,- Rp 70.500.000,-
Kerugian transaksi mata uang asing Rp 500.000,-
Kerugian transaksi mata uang asing disebabkan oleh
transaksi dalam mata uang asing dan dimasukkan dalam laporan laba rugi periode
berjalan, pada umumnya disajikan terpisah dalam "keuntungan dan kerugian lain-lain" ,Beberapa akuntan
menggunakan istilah rugi kurs daripada Rugi Transaksi Mata Uang Asing yang lebih panjang.
Pada contoh sebelumnya. perusahaan Indonesia
menggunakan rupiah sebagai mata uang utama dalam melakukan fungsi
keuangan dan operasi utama yaitu sebagai mata uang fungsional (functional currency). Selain itu,
perusahaan Indonesia juga menyiapkan laporan keuangannya dalam rupiah sebagai
mata uang pelaporan (reporting currency) Setiap transaksi yang dinyatakan dalam mata
uang selain rupiah memerlukan translasi menjadi nilai setara rupiah.
Secara umum, sebagian besar transaksi tunai bisnis
dilakukan dalam mata uang lokal negara dimana entitas tersebut beroperasi. Rupiah adalah mata uang fungsional bagi
hampir semua perusahaan di Indonesia. Sedangkan perusahaan yang beroperasi di
Jerman mungkin akan menggunakan uero (€)
sebagai mata uang fungsionalnya.
Transaksi
Ekspor Impor Dalam Mata Uang Asing
Utang dan piutang yang timbul dalam transaksi mata
uang asing dengan entitas luar negeri
harus diukur dan dinyatakan dalam mata uang asing, harus diukur dan dinyatakan
oleh entitas AS dalam mata uang yang digunakan untuk
pencatatan akuntansinya - yaitu rupiah.Kurs
yang relevan bagi penyelesaian transaksi dalam suatu mata uang asing adalah
kurs tunai (spot rate) pada tanggal penyelesaian. Pada tanggal diselesaikan, utang - piutang dalam
unit mata uang asing harus disesuaikan
dengan nilai setara rupiah saat itu. Jika laporan keuangan disusun sebelum utang
atau piutang dalam mata uang asing dilunasi maka saldo akun utang - piutang
tersebut harus disesuaikan pada tanggal neraca dalam setara rupiah menggunakan
kurs sekarang ( current rate ) pada tanggal neraca.
Gambaran umum atas akuntansi yang diharuskan untuk
transaksi impor dan ekspor dalam mata uang asing secara kredit sbb.:
1. Tanggal
transaksi. Mencatat transaksi pembelian atau
penjualan pada nilai setara dolar AS menggunakan kurs langsung tunai pada
tanggal tersebut.
2. Tanggal
neraca. Menyesuaikan utang atau piutang menjadi nilai setara
rupiah pada setiap akhir periode menggunakan kurs langsung sekarang.Mengakui
keuntungan atau kerugian sebagai akibat perubahan kurs antara tanggal transaksi
dengan tanggal neraca.
3.
Tanggal
pelunasan.Pertama-tama menyesuaikan utang atau piutang untuk
setiap perubahan mata uang asing antara tanggal neraca (atau tanggal transaksi
jika transaksi tersebut terjadi setelah tanggal neraca ) dengan tanggal
pelunasan. Mencatat keuntungan atau kerugian sebagai akibat perubahan kurs yang
terjadi, kemudian mencatat pelunasan utang atau piutang dalam mata uang asing
tersebut.
Ilustrasi pembelian dari luar negeri.
1 Oktober 20X1 PT Induk, sebuah
perusahaan Indonesia memperoleh barang secara kredit dari Tokyo Industries ,
perush. Jepang sebesar Rp 160.000.000.- atau 2.000.000 yen.
PT Induk menyusun laporan keuangan pada
akhir tahun per 31 Desemberr 20X1
Pelunasan utang dilakukan pada tanggal 1 April 20X2
Kurs tunai langsung untuk nilai setara
dolar AS dari 1 yen adalah :
Tanggal Kurs
langsung
1
Oktober 20X1 (Transaksi pembelian) Rp 80,-
31
Desember 20X1 ( tanggal neraca) Rp 90,-
1 April 20X2
(tanggal pelunasan) Rp 86,-
Pemahaman
revaluasi dapat lebih mudah dengan melihat prosesnya dari akun T (T - account)
:
Utang Usaha ¥
20X1
1 Okt 160.000.000 (¥2.000.000
x Rp 80,-)
31 Des 20.000.000 (¥2.000.000 x (Rp90 - Rp
80)
31 Des 180.000.000 ((¥2.000.000 x Rp
90,-)
20X2
1
April
(¥2.000.000
x (90=86) Rp 8.000.000
1 April Pelunasan
(¥2.000.000
x Rp 86= Rp 172.000.000 2 April 0 Saldo
Perbandingan Ayat Jurnal untuk Perusahaan AS untuk
transaksi pembelian dari dan luar negeri dalam rupiah dan dalam unit mata uang
asing.
Jika
dalam rupiah Jika
dalam yen Jepang
1 Oktober 20X1 (tanggal pembelian)
Persediaan 160.000.000 Persediaan 160.000.000
Utang Usaha 160.000.000 Utang Usaha (¥) 160.000.000
Rp
160.000.000 ( ¥2.000.000 x Rp 90 )
31 Desember 20X1 ( tanggal neraca)
Tidak
ada jurnal Rugi
Transaksi Mata Uang Asing 20.000.000
Utang
Usaha (¥) 20.000.000
1 April 20X2 (Pelunasan utang)
Utang
Usaha 160.000.000 Utang Usaha (¥) 8.000.000
Kas 160.000.000
Keuntungan Transaksi MUA 8.000.000
Unit
MUA (¥) 172.000.000
Kas 172.000.000
Utang
Usaha ( ¥) 172.000.000
Unit MUA
(¥) 172.000.000
1 April 20X2
Ayat
Jurnal :
(3) Unit Mata Uang Asing (¥) 172.000.000
Kas 172.000.000
Memperoleh mata uang asing
(4) Utang Usaha (¥) 172.000.000
Unit Mata Uang Asing (¥) 172.000.000
Menyelesaikan utang dalam mata uang asing
dan
mengakui keuntungan dari perubahan kurs
sejak
tanggal 31 Desember 20X1.
C.
MENGELOLAH
RISIKO MATA UANG INTERNASIONAL DENGAN INSTRUMEN INTERNASIONAL PERTUKARAN MATA
UANG MASA DEPAN (FOREIGN CURRENCY FORWARD EXCHANGE)
Entitas multinasional
mengelola risiko MUA mereka dengan menggunakan beberapa jenis keuangan seperti
:
1. Kontrak masa depan dalam mata uang
asing(foreign currency - denominated forward
exchange contract)
2. Opsi
mata uang asing ( foreign currency option)
3. Mata
uang asing berjangka ( ( foreign currency future)
Akuntansi untuk derivatif dan aktivitas
lindung nilai (hedging)berpedoman pada dua standar :
PSAK 50 , : Instrumen Keuangan : " Penyajian
dan pengungkapan"
PSAK 55, : Instrumen Keuangan "
Pengakuan dan Pengukuran" , mendefinisikan derivatif dan menetapkan aturan
umum dalam pengakuan derivatif baik
sebagai aset atau kewajiban dalam neraca dan mengukur instrumen keuangan
tersebut pada nilai wajar.
Instrumen
keuangan (financial
instrument) adalah kontrak yang akan meningkatkan nilai aset dari suatu
entitas dan instrumen utang atau ekuitas pada entitas lain. contoh, bukti
kepemilikan, wesel bayar dan wesel tagih serta berbagai jenias kontrak keuangan
lainnya.
Derivatif (derivative)
adalah suatu instrumen keuangan yang :
1.
Memiliki satu atau lebih variabel
pokok yang mendasarinya (underlying)
dan satu atau lebih jumlah nosional (notional
amount) .Di mana nilainya mengalami perubahan karena ada perubahan variabel
yang mendasarinya seperti tingkat bunga, harga komoditas, atau surat berharga
atau index.
2. Tidak
memerlukan investasi awal neto atau kalaupun memerlukan investasi maka nilainya
lebih kecil bila dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan oleh jenis
perjanjian lainnya yang diperkirakan akan menghasilkan efek yang sama terhadap
perubahan dalam faktor-faktor pasar.
3. Persyaratan
perjanjian mengharuskan adanya settlement
(pelunasan) pada tanggal tertentu di masa yang akan datang.
contoh,
derivatif adalah kontrak pertukaran mata uang asing masa depan yang nilainya
diturunkan dari perubahan kurs mata uang asing sepanjang kontrak.
Perlu dicatat bahwa tidak semua instrumen keuangan adalah derivatif.
Definisi spesifik dari derivatif adalah suatu
instrumen keuangan atau kontrak yang mempunyai semua karakteristik berikut :
1. Memiliki
satu atau lebih variabel pokok yang mendasarinya (underlying) dan satu atau lebih jumlah nosional (notional amount) yang menentukan persyaratan instrumen
keuangan tersebut.
a. Variabel
pokok yang mendasari (underlying) adalah variabel keuangan atau variabel
fisik yang mempunyai perubahan yang dapat dipantau atau yang dapat diverifikasi
secara obyektif. Kurs mata uang asing, harga komoditas, indeks atau tingkat
harga, jumlah hari-hari yang hangat pada musim dingin atau variabel lain yang
mencakup peristiwa yang terjadi maupun tidak terjadi seperti pembayaran yang
dijadualkan dalam suatu kontrak.
b.
Jumlah nosional (notional
amount) adalah banyaknya unit mata uang , saham, ukuran kapasitas, berat
atau unit lain yang ditetapkan dalam
instrumen keuangan.
2. Instrumen
keuangan atau kontrak lain tidak memerlukan investasi awal neto atau jikapun
ada maka investasi neto awal dari pada
yang diperlukan untuk jenis kontrak yang diharapkan mempunyai tanggapan yang
serupa pada perubahan faktor pasar.
3. Persyaratan
kontrak :
a. memerlukan atau memperbolehkan suatu
penyelesaian neto (neto settlement)
b. menyediakan penyerahan aset yang
menempatkan penerima dalam posisi ekonomi yang secara substansial tidak berbeda
dengan penyelesaian neto atau
c. kontrak yang siap untuk diselesaikan
neto oleh pasar atau mekanisme lain diluar kontak. contoh, sebuah kontrak masa
depan (forward contract) mengharuskan
penyerahan atas sejumlah saham namun ada mekanisme pasar opsi yang menawarkan
kesempatan untuk siap menjual kontrak atau untuk masuk ke dalam suatu kontrak
yang saling menghapuskan atau saling mengompensasi ( offsetting contract).
Adakalanya instrumen keuangan mempunyai derivatif
yang melekat (embedded derivative) yang harus dipisahkan atau dipindahkan dari
kontrak utamanya. contoh, penawaran utang perusahaan yang mencakup bunga
reguler namun disertai pula dengan adanya kemungkinan pembayaran premi
berdasarkan harga masa depan komoditas seperti halnya minyak mentah.Dalam hal
ini fitur pembayaran bersyarat tersebut adalah derivatif. contoh lain, perjanjian
utang yang menetapkan pokok pinjaman namun tingkat bunganya berdasarkan pada
LIBOR (London Interbank offered rate)
yang bersifat variabel. Dalam hal ini, bunga tersebut derivatif yang
ditempelkan karena sifat variabelnya yang diturunkan dari pasar.
Derivatif
Yang Ditujukan Sebagai Lindung Nilai
Derivatif dapat ditujuhkan untuk melindungi nilai atau mengurangi risiko .
Beberapa perusahaan menggunakan derivatif bukan untuk lindung nilai namun
sebagai instrumen keuangan yang bersifat spekulatif. Contoh, perusahaan dapat
menandatangi kontrak masa depan yang tidak mempunyai tujuan untuk saling
menghapuskan nilai apapun. Dalam hal ini, kerugian atau keuntungan derivatif
dicatat dalam laba periode berjalan.
PSAK 55 memberikan persyaratan spesifik dalam pengklasifikasian
derivatif sebagai suatu aktivitas lindung nilai . Akuntansi lindung nilai
menghapuskan (kerugian) atas pos yang dilindungi atas kerugian (keuntungan)
dari instrumen lindung nilai.
Lindung nilai dapat digunakan untuk :
1. risiko
kurs mata uang asing dimana kurs dapat berubah setiap saat
2. risko
tingkat bunga khususnya untuk perusahaan yang mempunyai utang yang bersifat
variabel
3. risiko
komoditas dimana harga masa depan dapat berbeda dari harga tunai.
Suatu instrumen derivatif dapat diklasifikasikan sebagai
instrumen lindung nilai jika dan hanya jika seluruh kriteria berikut dipenuhi :
1. Dokumentasi
yang cukup harus disajikan pada awal jangka waktu lindung nilai untuk
menentukan tujuan dan sasaran dari lindung nilai. Instrumen lindung nilai dan
hal-hal yang dilindungi serta bagaimana aktivitas lindung nilai tersebut akan
dievaluasi secara berkesinambungan.
2. Lindung
nilai harus sangat efektif dalam mengompensasi seluruh perubahan dalam nilai
wajar maupun arus kas yang dihubungkan dengan nilai yang dilindungi dan seluruh
strategi manajemen untuk melakukan lindung nilai tersebut secara konsisteen
harus didokumentasikan selama jangka waktu lindung nilai.
3. Untuk
lindung nilai arus kas, transaksi yang diperkirakan sebagai subjek lindung
nilai harus dapat memiliki kemungkinan yang sangat tinggi (highly probable) dan harus menunjukkan adanya eksposur yang tinggi
pada arus kas yang dapat menyebabkan timbulnya untung dan rugi akibat risiko
tersebut.
4. Efektivitas
lindung nilai harus dapat dihitung dengan meyakinkan, seperti lindung nilai
atas nilai wajar atau arus kas harus dapat dihubungkan dengan risiko lindung
nilai dan instrumen lindung nilai tersebut dapat dihitng dengan tepat.
5. Lindung
nilai ditentukan secara berkesinambungan dan nilai pada bagian efektifnya
ditentukan secara aktual sepanjang periode pelaporan keuangan.
Efektivitas
dipandang sebagai kemampuan instrumen derivatif untuk menghapuskan perubahan
dalam nilai wajar atas arus kas barang
yang dilindungi antara 80 sampai 125 % dari perubahan nilai barang yang
dilindungi.
Derivatif yang
memenuhi persyaratan untuk lindung nilai dan digunakan oleh manajemen
perusahaan untuk memenuhi tujuan tersebut diatur dalam PSAK 55 sebagai berikut
:
1.
Lindung
nilai atas nilai wajar (fair value hedges)
digunakan untuk melindungi risiko
perubahan nilai wajar dari kewajiban atau aset atau komitmen (firm commitment) yang belum diakui
untuk membeli atau menjual aset pada harga tetap atau porsi tertentu seperti
aset, kewajiban aqtau komitmen yang dapat dikaitkan dengan risiko tertentu dan
dapat menyebabkan timbulnya keuntungan dan kerugian.Keuntungan dan kerugian
neto dari dari perubahan nilai wajar
instrumen lindung nilai diakui pada laporan laba rugi periode berjalan. Pada
saat yang sama nilai terbawa dari nilai
lindung tersebut akan disesuaikan untuk untuk atau rugi dengan risiko lindung
nilai , dimana hal ini juga langsung diakui pada laporan laba rugi periode
berjalan..Contoh lindung nilai atas nilai
wajar disajikan dalam lampiran 11B dengan menggunakan suatu kontrak opsi
untuk melindungi efek/surat berharga yang tersedia untuk dijual.
2.
Lindung
nilai arus kas (cash flow hedges)
digunakan untuk melindungi risiko
perubahan nilai arus kas yang diantisipasi yang masuk atau keluar dari
perusahaan untuk aset dan kewajiban yang diakui seperti (pembayaran bunga masa depan atau utang bunga dengan
tingkat bunga variabel) atau transaksi yang diperkirakan sangat pasti terjadi dan
dapat memengaruhi laba dan rugi. Bagian laba atau rugi atas instrumen keuangan
yang ditetapkan sebagai bagian efektif harus dilaporkan sebagai bagian dari
ekuitas dan akan dipindahkan dalam laporan laba rugi ketiks trsndskdi lindung
nilai ketika lindung nilai tersbut memengaruhi laba rugi berjalan.Bagian
efektif didefinisikan sebagai bagian dari keuntungan atau kerugian instrumen
lindung nilai yang menghapuskan kerugian atau keuntungan pada pos yang
dilindungi.Bagian perubahan nilai pasar wajar ini berkaitan dengan nilai
intrinsik dari perubahan variabel pokok yang mendasari.Sisa keuntungan atau
kerugian pada instrumen lindung nilai didefinisikan sebagai bagian yang tidak
efektif.Perubahan pada nilai pasar wajar derivatif ini berkaitan dengan nilai
waktu derivatif tersebut dan menjadi nol pada tanggal masa berlaku derivatif
tersebut habis.Jika lindung nilai atas transaksi yang diperkirakan akan
menyebabkan pengakuan aset atau kewajiban keuangan maka setiap untung atau rugi
dari setiap instrumen keuangan - yang sebelumnya diakui langsung sebagai bagian
ekuitas - langsung dipindahkan dalam laporan laba rugi pada periode yang sama dimana aset atau kewajiban keuangan tersebut
menghasilkan laba atau rugi. contoh penentuan bagian efektif dan tidak efektif
dari perubahan nilai derivatif disajikan dalam lampiran 11B sehubungan dengan
lindung nilai arus kas yang menggunakan opsi untuk melindungi nilai pembelian
persediaan yang diantisipasi di masa depan.
3.
lindung
nilai dari investasi neto operasi di luar negeri
Derivatif yang ditujukan sebagai lindung nilai untuk
jenis risiko mata uang asing ini mempunyai keuntungan atau kerugian yang
dilaporkan dalam pendapatan komprehensip lainnya sebagai bagian dari
penyesuaian translasi kumulatif .
Kontrak
Pertukaran Masa Depan
Untuk laporan keuangan yang berakhir pada bulan
Oktober 2005, Komite nilai tukar mata
uang asing (foreign exchange
committe) dari Badan reserve federal new york melaporkan bahwa volume
rata-rata harian pada instrumen nilai tukar adalah sebesar $440 miliar
sedangkan volume rata-rata harian
transaksi opsi MUA sebesar $37 miliar. The Chicago Mercantile Exchange (CME) adalah
pasar perdagangan mata uang asing terbesar di dunia dan juga sangat teratur.
CME juga tempat pertemuan pembeli dan penjual baik melalui sistem perdagangan
elektronik (CME Globec) maupun melalui pasar bursa yang terbesar . Selama tahun
2005 lebih dari 84 juta kontrak MUA dengan nilai perdagangan sebesar $10,2
triliun diperdagangkan di CME . Pada bulan Mei 2006 produk pertukaran MUA CME
rata-rata mencatat 501.000 kontrak perhari dan naik 69% dibanding tahun sebelumnya. Produk pertukaran
MUA melalui sistem perdagangan elektronik mencatat 451.000 kontrak per hari
meningkat 90 % dari tahun sebelumnya.
Perusahaan yang beroperasi di mancanegara seringkali
menggunakan kontrak pertukaran masa depan (foreign
exchange contract) dengan pedagang MUA untuk menukarkan berbagai mata uang
pada kurs dan tanggal tertentu di masa depan.
DAFTAR PUSTAKA
Disetiap negara diperkenankan menggunakan mata uang asing dengan ketentuan tertentu begitu juga dengan negara indonesia menggunakan mata uang rupiah beserta beberapa ketentuan yang dikecualikan dan masih diizinkan menggunakan mata uang asing. Ketentuan-ketentuan ini berdasarka Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17/3/PBI/2015 yang mulai diberlakukan per 1 april 2015. Mulai sekarang sekiranya kita lebih mencintai rupiah.
BalasHapus