PELAPORAN SEGMEN DAN INTERIM
A.
PELAPORAN
SEGMEN
Banyak perusahaan menawarkan berbagai
kelompok produk atau jasa atau beroperasi di berbagai wilayah geografis dengan
tingkat keuntungan, peluang pertumbuhan, prospek, dan risiko berbada. Informasi
tentang jenis-jenis produk atau jasa perusahaan dan operasinya di wilayah
geografis berbeda disebut informasi segmen. Informasi ini dibutuhkan
untuk menilai risiko dan imbalan dari suatu perusahaan yang memiliki
diversifikasi usaha atau suatu perusahaan multinasional, namun informasi ini
tidak mungkin diperoleh dari data agregat. Oleh karena itu, informasi segmen
merupakan suatu hal yang dipandang perlu untuk memenuhi kebutuhan para pengguna
laporan keuangan.
Terdapat beberapa alternatif untuk
menetapkan segmen-segmen suatu perusahaan guna menghasilkan informasi yang
signifikan kepada investor. Tiga alternatif yang penting adalah
ü
Divisi geografis (segmentasi yang
didasarkan pada letak geografis mungkin sangat informatif bagi perusahaan,
terutama dalam membedakan opersi domestik dan luar negeri).
ü
Divisi Lini produk atau industrial
(memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai perbedaan profitabilitas,
tingkay risiko, dan peluang pertumbuhan)
ü
Divisi berdasarkan struktur intern
pengendalian manajemen (mengumpulkan data akurat yang diperlukan dengan biaya
tambahan terkecil)
1.
Ruang Lingkup
Pelaporan Segmen
Pernyataan
ini berlaku bagi perusahaan yang menerbitkan surat-surat berharga yang diperdagangkan
kepada publik.Entitas yang secara ekonomi signifikan, termasuk anak perusahaan,
adalah entitas dengan tingkat pendapatan, laba, aktiva atau jumlah tenaga kerja
yang signifikan di negara tempat operasi utama perusahaan dilaksanakan.Apabila
yang disajikan meliputi baik laporan keuangan induk perusahaan maupun laporan
keuangan konsolidasi, maka informasi yang dimaksud dalam Pernyataan ini hanya
perlu disajikan alam bentuk informasi yang dikonsolidasikan.Apabila laporan
keuangan anak perusahaan juga diterbitkan, maka informasi menurut segmen juga
perlu disajikan untuk anak perusahaan.
2.
Definisi
Segmen Usaha Dan Segmen Geografis
Segmen usaha adalah
komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa
(baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan
komponen ini memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan
segmen lain. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan tarkait atau
tidaknya produk atau jasa, meliputi :
Ø Karakteristik
produk atau jasa
Ø Karakteristik
proses produksi
Ø Jenis atau
golongan pelanggan (produk dan jasa)
Ø Metode
pendistribusian produk atau penyediaan jasa
Ø Jika
praktis, karakteristik iklim regulasi, misalnya dalam perbankan, asuransi, atau
public utilities.
Segmen
geografisadalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam
menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan
komponen itu memiliki resiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan
pada komponen yang beropersai pada lingkungan (wilayah) ekonmi lain.
Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengidentifikasi segmen
geografis meliputi :
Ø Kesamaan kondisi
ekonomi dan politik
Ø Hubungan
antar operasi dalam wilayah geografis berbeda
Ø Kedekatan
geografis operasi
Ø Risiko khusus yang terdapat dalam operasi di
wilayah tertentu
Ø Regulasi pengendalian mata uang
Ø Risiko mata uang
Ada dua bentuk atau format primer
pelaporan segmen, yaitu segmen usaha dan segmen geografis. Bentuk atau format
yang digunakan akan ditentukan oleh karakteristik dan sumber utama risiko dan
imbalan perusahaan.
ü Jika risiko
dan tingkat imbalan perusahaan terutama dipengaruhi oleh perbedaan produk atau
jasa yang dihasilkan, bentuk primer pelaporan segmen ialah segmen usaha, dan
informasi sekundernya dilaporkan secara geografis diantaranya adalah :
a.
Pendapatan segmen dari pelanggan eksternal menurut wilayah geografis yang
ditentukan berdasarkan lokasi geografis pelanggan, jumlah tersebut dilaporkan
untuk tiap segmen geografis yang pendapatan penjualan kepada pelanggan
eksternalnya berjumlah 10 persen atau lebih dari total pendapatan perusahaan
yang diperoleh dari penjualan kepada pelanggan eksternal.
b. Jumlah
nilai tercatat aset segmen menurut lokasi geografis aset , jumlah tersebut
dilaporkan untuk tiap segmengeografis yang aset segmennya berjumlah 10 persen
atau lebih dari total aset semua segmen geografis yang ada
c. Jumlah
biaya yang dikeluarkan selama suatu periode untuk memperoleh aset segmen yang
diharapkan akan digunakan selama lebih dari satu periode (aset tetap dan aset
tidak berwujud), menurut lokasi geografis aset, jumlah tersebut dilaporkan
untuk tiap segmen geografi yang aset segmennya berjumlah 10 persen atau lebih
dari total aset emua segmen geografis.
ü Jika risiko
dan tingkat imbalan perusahaan terutama dipengaruhi oleh kondisi operasi yang
berbeda di berbagai negara atau wilayah geografis, bentuk primer pelaporan
segmen ialah segmen geografis dan informasi sekundernya dilaporkan berdasarkan
kelompok produk dan jasa diantaranya adalah :
a.
Perusahaan harus melaporkan
informasi segmen berikut untuk setiap segmen usaha yang pendapatan penjualan
kepada pelanggan eksternalnya berjumlah 10 persen atau lebih dari total
pendapatan penjualan perusahaan kepada seluruh pelanggan eksternal atau untuk
tiap segmen usaha yang aset segmennya berjumlah 10 persen atau lebih dari total
aset semua segmen usaha, yaitu :
ü Pendapatan
segmen dari pelanggan eksternal
ü Jumlah nilai tercatat aset segmen
ü
Jumlah biaya yang terjadi selama
suatu periode untuk memperoleh aset segen yang diharapkan akan digunakan selama
lebih dari satu periode (aset tetap dan aset tidak berwujud)
ü
Jumlah nilai tercatat aset segmen menurut
lokasi geografis aset
ü
Jumlah biaya yang dikeluarkan selama
suatu periode untuk memperoleh aset segmen yang diharapkan akan digunakan
selama lebih dari satu periode (aset tetap dan aset tak berwujud) menurut
lokasi aset.
3. Definisi Pendapatan, Beban, Hasil,
Aset, Dan Kewajiban Segmen
a. Pendapatan
Segmenadalah pendapatan yang dilaporkan dalam laporan laba
rugi perusahaan secara langsung dapat dikaitkan dengan suatu segmen dan porsi
yang relevan dari pendapatan perusahaan yang dapat dialokasikan secara rasinal
kepada suatau segmen, bak berasal dari penjualan kepada pelanggan eksternal
maupun dari transaksi dengan segmen lainnya dalam perusahaan yang sama.
Pendapatan
segman mencakup bagian perusahaan atas laba atau rugi perusahaan asosiasi,
usaha patungan (joint venture) atau investasi lainnya yang dilaporkan
berdaarkan metode ekuitas, hanya jika pos-pos tersebut dalam pendapatan
konsolidasi atau pendapatan perusahaan keseluruhan.
b. Beban Segmenadalah beban
aktivitas operasi suatu segmen yang secara langsung dapat dikaitkan dengan
segmen tersebut dan porsi relevan beban yang dapat di alokasikan secara rasiona
kepada segmen tersebut, termasuk beban yang berkaitan dengan penjualan kepada
pelanggan eksternal dan beban yang berkaitan dengan transaksi kepada segmen
lainnya dalam perusahaan yang sama.
Beban segmen
mencakup bagian peserta usaha patungan (joint venture) dalam beban pada entitas
yang dikendalikan bersama yang dilaporkan berdasarkan metode konsolidasi secara
proporsional sesuai dengan PSAK No.12 tentang pelaporan keuangan mengenai
bagian partisipasi dalam pengendalian bersama operasi dan asset.
c. Hasil segmen adalah
selisih antara pendapatan segmen dan beban segmen dan umumnya mencerminkan laba
usaha, meskipun dasar yang lain sering lebih cocok.
Penghasilan bunga dan beban bunga biasanya tidak termasuk dalam hasil segmen kecuali kalau operasi segmen terutama bersifat finansial. Juga pajak penghasilan, hak minoritas (minority interest) dan pos luar biasa (extraordinary item) lazimnya tidak dimasukkan sebagai hasil segmen.Kalau pendapatan dan beban tidak dapat langsung ditriibusikan pada suatu segmen tetapi terdapat dasar alokasi yang layak, maka pendapatan dan beban tersebut dapat dialokasikan dengan menggunakan dasar yang layak tersebut.Beban bersama pada banyak perusahaan seperti beban kantor pusat tidak dialokasikan pada masing- masing segmenkarena beban tersebut dimanfaatkan bersama sedemikian rupa sehingga alokasi di antara segmen dipandang tidak bermanfaat.
Penghasilan bunga dan beban bunga biasanya tidak termasuk dalam hasil segmen kecuali kalau operasi segmen terutama bersifat finansial. Juga pajak penghasilan, hak minoritas (minority interest) dan pos luar biasa (extraordinary item) lazimnya tidak dimasukkan sebagai hasil segmen.Kalau pendapatan dan beban tidak dapat langsung ditriibusikan pada suatu segmen tetapi terdapat dasar alokasi yang layak, maka pendapatan dan beban tersebut dapat dialokasikan dengan menggunakan dasar yang layak tersebut.Beban bersama pada banyak perusahaan seperti beban kantor pusat tidak dialokasikan pada masing- masing segmenkarena beban tersebut dimanfaatkan bersama sedemikian rupa sehingga alokasi di antara segmen dipandang tidak bermanfaat.
d. Aktiva dan Kewajiban Segmen
Pengungkapan
aktiva segmen memberikan indikasi penggunaan sumber daya untuk mencapai hasil
operasi segmen.Aktiva semacam itu termasuk semua aktiva berwujud dan tak
berwujud yang dapat diidentifikasi pada segmen tertentu. Aktiva yang
dimanfaatkan oleh dua atau lebih segmen harus dialokasikan di antara
segmen-segmen tersebut dengan dasar alokasi yang layak.Kewajiban biasanya tidak
dialokasikan karena dianggap berkaitan dengan perusahaan secara keseluruhan
atau karena dipandang meningkatkan hasil pembelanjaan dan bukan hasil operasi.
Informasi
yang DisajikanUraian kegiatan setiap segmen industri yang dilaporkan dan
indikasi mengenai komposisi setiap wilayah geografis yang dilaporkan, penjualan
atau pendapatan operasi lainnya, dengan pemisahan antara pendapatan dari
pelanggan di luar perusahaan dan pendapatan dari segmen lain, hasil segmen, dan
aktiva segmen yang digunakan, dinyatakan baik dalam jumlah uang atau sebagai
persentase dari jumlah yang dikonsolidasikan.
Hubungan antara jumlah dari informasi pada segmen-segmen individual dan informasi agregat dalam laporan keuangan diperjelas dengan menyajikan rekonsiliasi.
Hubungan antara jumlah dari informasi pada segmen-segmen individual dan informasi agregat dalam laporan keuangan diperjelas dengan menyajikan rekonsiliasi.
e. Aset Segmen adalah
asset operasi yang digunakan segmen dalam aktivitas operasinya dan dapat
dikaitkan secara langsung dengan segmen tersebut atau dialokasikan ke segmen
tersebut secara rasional.
4.
Tujuan
Pelaporan Segmen
Tujuan dari
pelaporan segmen adalah untuk menetapkan prinsip-prinsip pelaporan informasi
keuangan berdasarkan segmen, yaitu informasi tentang berbagai jenis produk atau
jasa yang dihasilkan perusahaan dan berbagai jenis produk atau jasa yang
dihasilkan perusahaan dan berbagai wilayah geografis operasi perusahaan dalam
rangka membantu pengguna laporan keuangan dalam :
Ø Memahami
kinerja masa lalu perusahaan secara lebih baik
Ø Menilai
risiko dan imbalan perusahaan secara lebih baik
Ø Menilai
perusahaan secara keseluruhan secara lebih memadai
5.
Kebijakan
Akuntansi Segmen
Kebijakan
akuntansi segmen, Informasi segmen harus disusun dengan kebijakan akuntansi
yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi atau
perusahaan. Kebijakan akuntansi yang dipilih manajemen untuk menyusun laporan
keuangan konsoldasi atau perusahaan dianggap sebagai kebijakan akuntansi yang
diyakini manajemen paling sesuai untuk pelaporan keuangan eksternal. Karena
tujuan informasi segmen ialah untuk membantu pengguna lporan keuangan dalam
memahami dan membuat penilaian yang lebih memadai mengenai perusahaan secara
keseluruhan, pernyataan ini mensyaratka bahwa kebijakan akuntansi yang
diterapkan dalam pelaporan informasi segmen sama dengan kebijakan akuntansi
yang telah dipilih manajemen. Meskipun demikian, hal ini tidak berarti bahwa
kebijakan akuntansi konsolidasi atau perusahaan diterapkan kepada segmen
dilaporkan seolah-olah segmen tersebut ialah entitas pelaporan terpisah yang
berdiri sendiridalam menerapkan suatu kebijakan akuntansi pada tingkat
perusahaan, perusahaan mungkin melakukan perhitungan secara terperinci yang
kemudian dialokasikan kepada berbagai segmen jika terdapat dasar rasional untuk
melakukan alokasi tersebut. Sebagai contoh, biaya manfaat pensiun sering kali
dihitung unuk perusahaan secara keseluruhan, tetapi angka yang dihitung untuk
tingkat perusahaan itu mungkin dialokasikan ke berbagai segmen berdasarkan data
gaji dan demografis segmen tersebut.
Pernyataan
ini tidak melarang pengungkapan informasi tambahan atas segmen yang disusun
berdasarkan kebijakan akuntansi selain yang diterapkan untuk laporan keuangan
konsolidasian atau perusahaan sepanjang :
ü
Informasi tersebut dilaporka secara
internal kepada rgan perusahaan yang berwenang dalam rangka pegambilan putusan
alokasi sumber daya kepada segmen tersebut dan penilaian kinerja segmen
tersebut
ü
Dasar pengukuran yang digunakan bagi
informasi tambahan tersebut dijelaskan secara memadai
Aset yang
digunakan bersama oleh dua segmen atau lebih harus dialokasikan kepada setiap
segmen dan hanya jika pendapatan dan beban terkait juga dialokasikan kepada
segmen-segmen tersebut.
Cara
pengalokasian unsur-unsur aset, kewajiban, pendapatan dan beban kepada berbagai
segmen bergantung pada beberapa faktor, seperti karakteristik unsur tersebut,
aktivitas yang dilakukan oleh segmen, dan otonomi segmen tersebut. Satu dasar
alokasi tertentu tidak mungkin atau tidak tepat apabila ditetapkan bagi semua
perusahaan. Demikian juga, tidak tepat apabila unsur-unsur aset, kewajiban,
pendapatan, dan beban yang secara bersama berkaitan dengan dua segmen atau
lebih dipaksakan aokasinya, jika dasar alokasi tersebut ditetapkan secara
arbiter atau sulit dipahami. Disampng itu, definisi pendapatan segmen, beban
segmen, aset segmen, dan kewajiban segmen saling berkaitan dan alokasi dari
unsur-unsur tersebut harus dilakukan secara konsisten. Dengan demikian, aset
yang digunakan bersama dialokasikan kepada setiap segmen, dan hanya jika,
pendapatan dan beban yang terkait dengan aset tersebut juga dialokasikan kepada
segmen-segmen tersebut. Sebagai contoh, suatu aset dimasukkan sebagai aset
segmen jika penyusutan atau amortisasi aset terkait dikurangkan dalam
menghitung hasil segmen.
Penyajian
dalam Pelaporan Segmen
·
Perusahaan harus menggambarkan
aktivitas masing-masing segmen industri dan menunjukkan komposisi masing-
masing wilayah geografis yang dilaporkan.
·
Untuk setiap segmen industri dan
geografis yang dilaporkan, informasi keuangan berikut ini harus diungkapkan:
penjualan atau pendapatan operasi lainnya, dibedakan antara pendapatan yang
dihasilkan dari pelanggan di luar perusahaan dan pendapatan dari segmen lain,
hasil segmen, aktiva segmen yang digunakan, dinyatakan dalam jumlah uang atau
sebagai persentase dari jumlah yang dikonsolidasikan, dan dasar penetapan harga
antar segmen.
·
Perusahaan harus menyajikan
rekonsiliasi antara informasi segmen-segmen individual dan informasi
keseluruhan dalam laporan keuangan.
B.
PELAPORAN
KEUANGAN INTERIM
1.
Pengertian
Laporan Interim
Laporan
keuangan interim adalah laporan keuangan yang diterbitkan di antara dua laporan
keuangan tahunan. Laporan keuangan interim harus dipandang sebagai bagian yang
integral dari periode tahunan. Dapat disusun secara bulanan, triwulanan atau
periode lain yang kurang dari setahun dan mencakupi seluruh komponen laporan
keuangan sesuai standar akuntansi keuangan.Laporan Interim diberlakukan untuk
perusahaan yang diwajibkan untuk menyajikan laporan keuangan interim oleh
peraturan perundangan, misalnya Pasar modal, dan lain-lain. Dan juga untuk
industri yang telah diatur dalam standar akuntansi keuangan industri yang
bersangkutan, misalnya perbankan, maka harus mengikuti standar khusus tersebut.
Ada dua
pandangan tentang Laporan Interim yaitu :
Ø Pandangan yang
menganggap periode interim sebagai dasar periode akuntansi dan menyimpulkan
bahwa hasil operasi tiap periode ditentukan dengan cara yang sama seperti pada
periode tahunan.
Ø Pandangan
yang menganggap periode interim sebagai bagian yang integral dengan periode
tahunan.Pernyataan ini dikembangkan berdasarkan pandangan kedua yang menganggap
laporan keuangan interim sebagai bagian integral dengan periode tahunan.
2.
Pengakuan
dan Pengukuran
Pengakuan
dan pengukuran unsur yang sama antara pelaporan keuangan interim dengan
pelaporan keuangantahunan adalah:Dasar pengakuan pendapatan.Kebijakan akuntansi
dasar pelaporan pada periode interim, kecuali jika ada perubahan dalam standar
akuntansi.Penyajian penggolongan aktiva sebagai lancar dan tidak lancar, dan
kewajiban sebagai jangka pendek dan jangka panjang.
3.
Beban dan
Biaya
Beban yang
dapat dihubungkan dengan pendapatan ditentukan atas dasar yang sama dengan
dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan tahunan kecuali untuk
persediaan:
Ø Perusahaan
yang dalam periode interim menggunakan estimasi laba kotor mengungkapkan hal tersebut dalam laporan
keuangan interim.
Ø Perusahaan
yang melakukan penilaian persediaan berdasarkan biaya standar tidak perlu
melaporkan penyimpangan atau selisih dengan biaya aktual yang terjadi, jika
selisih biaya tersebut tidak material atau diharapkan bisa diselesaikan pada
akhir tahun. Pengaruh dari penyimpangan yang tidak direncanakan dan tidak
diperkirakan harus dilaporkan pada akhir periode interim dengan prosedur yang
sama seperti yang digunakan pada akhir tahun.
Ø Kerugian
yang disebabkan penurunan harga pasar dan pemulihan harga tidak boleh
ditangguhkan untuk dibebankan ke periode di luar periode penurunan harga
tersebut.
Biaya dan
beban lain-lain untuk periode pelaporan interim, biaya dan beban lain-lain
termasuk biaya produksi dibebankan atas dasar yang sama seperti periode
tahunan.
Pendapatan
dan beban musimanLaporan keuangan interim memberi gambaran pendapatan dan beban
periode interim tersebut. Laporan keuangan interim tertentu diperbandingkan
dengan periode sebelumnya memberi manfaat yang lebih besar bagi para pemakai
laporan dalam contoh kondisi-kondisi sebagai berikut:
ü Laporan
keuangan interim diperbandingkan dengan laporan keuangan interim periode
sebelumnya, untuk mengetahui kecenderungan (trend) posisi keuangan dan kinerja.
ü Laporan
keuangan interim diperbandingkan dengan interim yang sama dalam periode
akuntansi yang lalu, untuk mengetahui kecenderungan berulang (cyclical) musiman
dari kegiatan usaha.
ü Laporan
keuangan interim diperbandingkan dengan laporan keuangan kumulatif dari awal
tahun buku sampai dengan tanggal laporan keuangan interim untuk mengetahui
kontribusi atau pengaruh periode interim yang dilaporkan pada periode berjalan.
ü Laporan
keuangan interim diperbandingkan dengan laporan keuangan tahun buku yang lalu,
untuk mendapat gambaran pengaruh dan kinerja interim tersebut terhadap posisi
keuangan, kinerja dan arus kas periode akuntansi yang lalu.
Penyisihan
Pajak PenghasilanPada akhir tiap periode interim, perusahaan harus membuat
taksiran pajak penghasilan untuk dibebankan pada periode interim. Perhitungan
pajak penghasilan periode interim harus sesuai dengan kebijakan akuntansi
tentang pajak penghasilan yang dianut pada akhir tahun.
4.
Pos dan
Transaksi Luar Biasa
Ø Penghapusan
segmen usaha, penggabungan usaha, pos luar biasa, dan kejadian yang tidak biasa
dan tidak sering terjadi harus dibebankan pada periode interim saat terjadinya
dan tidak boleh dibebankan pada periode lain.
Ø Pos luar
biasa harus diungkapkan secara terpisah dan dimasukkan dalam laporan laba rugi
periode interim saat pos luar biasa terjadi. Dalam menentukan materialitas, pos
luar biasa harus dihubungkan langsung dengan estimasi pendapatan tahunan.
Ø Peristiwa
atau kejadian yang tidak biasa dan tidak sering terjadi dan berpengaruh
material terhadap hasil operasi tetapi tidak dapat dikelompokkan dalam pos luar
biasa juga harus dilaporkan dan diungkapkan secara terpisah dalam laporan laba
rugi periode interim.
Ø Kewajiban
kontinjen dan ketidakpastian lain yang diperkirakan dapat mempengaruhi
kewajaran penyajian data keuangan pada tanggal neraca harus diungkapkan dalam
laporan keuangan interim dengan cara yang sama seperti dalam laporan keuangan
tahunan. Pengungkapan tersebut harus diulang dalam laporan keuangan interim
berikutnya dan dalam laporan keuangan tahunan sampai kewajiban kontinjen itu
terselesaikan.
§
Penghapusan segmen usaha,
penggabungan usaha, pos luar biasa, dan kejadian yang tidak biasa dan tidak
sering terjadi harus dibebankan pada periode interim saat terjadinya dan tidak
boleh dibebankan pada periode lain.
§
Pos luar biasa harus diungkapkan
secara terpisah dan dimasukkan dalam laporan laba rugi periode interim saat pos
luar biasa terjadi. Dalam menentukan materialitas, pos luar biasa harus
dihubungkan langsung dengan estimasi pendapatan tahunan.
§
Peristiwa atau kejadian yang tidak
biasa dan tidak sering terjadi dan berpengaruh material terhadap hasil operasi
tetapi tidak dapat dikelompokkan dalam pos luar biasa juga harus dilaporkan dan
diungkapkan secara terpisah dalam laporan laba rugi periode interim.
§
Kewajiban kontinjen dan
ketidakpastian lain yang diperkirakan dapat mempengaruhi kewajaran penyajian
data keuangan pada tanggal neraca harus diungkapkan dalam laporan keuangan
interim dengan cara yang sama seperti dalam laporan keuangan tahunan.
Pengungkapan tersebut harus diulang dalam laporan keuangan interim berikutnya
dan dalam laporan keuangan tahunan sampai kewajiban kontinjen itu
terselesaikan.
6.
Penyajian
Laporan Keuangan Interim
Laporan
keuangan interim meliputi neraca, laporan laba rugi dan saldo laba interim,
laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan interim
harus disajikan secara komparatif dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perhitungan laba-rugi interim harus mencakup periode sejak awal tahun buku
sampai dengan periode interim terakhir yang dilaporkan (year-to-date).Laporan
keuangan interim harus menggolongkan aktiva sebagai kelompok lancar dan tidak
lancar, dan kewajiban sebagai kelompok jangka pendek dan jangka panjang sesuai
laporan keuangan tahunan. Khusus untuk perusahaan tertentu seperti bank dan
asuransi yang mempunyai metode khusus dalam penggolongan aktiva, maka
penggolongan aktiva harus dilakukan sesuai dengan standar akuntansi keuangan
yang berlaku.
DAFTAR PUSTAKA
Niswonger C Rollin, Philip E Fess, dan
Carl S Warren. 1993. Prinsip-prinsip Akuntansi. Edisi 16. Jakarta:
Erlangga.
menurut saya segmen itu sendiri adalah suatu organisasi yang bernaung di bawah satu perusahaan untuk tetapi dapat dipisahkan secara fisik dan operasional dari aktiva, kinerja dan aktivitas yang lain dalam entitas yang sama.
BalasHapussedangkan ada dua pandangan tentang laporan interm Pandangan yang menganggap periode interim sebagai dasar periode akuntansi dan menyimpulkan bahwa hasil operasi tiap periode ditentukan dengan cara yang sama seperti pada periode tahunan dan Pandangan yang menganggap periode interim sebagai bagian yang integral dengan periode tahunan.